Pada suatu hari, tiga orang sahabat rasulullah berjumpa
di salah satu sudut madinah, kisah nya jadi canda, tapi begini keadaannya..
Yang pertama menebar kepedulian, yang kedua membagi kebijaksanaan, yang ketiga memberi damai dengan pemahaman serta pemaknaan, itulah "UMAR IBN AL-ALKHATHAB" berjumpa dengan HUDZAIFAH IBN AL-YAMAN dan 'ALI IBN ABI THALIB.
Yang pertama menebar kepedulian, yang kedua membagi kebijaksanaan, yang ketiga memberi damai dengan pemahaman serta pemaknaan, itulah "UMAR IBN AL-ALKHATHAB" berjumpa dengan HUDZAIFAH IBN AL-YAMAN dan 'ALI IBN ABI THALIB.
Bagaimana keadaanmu pagi ini,, wahai hudzaifah ? Tanya
umar
"Wahai Amirul Mukminin" jawabnya ," pagi ini aku mencintai fitnah, membenci al-haq, shalat tanpa berwudhu', dan aku memiliki sesuatu dimuka bumi yang tidak dimiliki oleh Allah dilangit."
"Demi Allah", kata umar. "Engkau membuatku marah !!!
"Apa membuat mu marah wahai Amirul Mukminin ?" Timpal 'Ali ibn Abi Thalib.
"Tidakkah engkau dengar apa yang dikatakan hudzaifah ???"
Hudzaifah terdiam, dan tersenyum pada 'Ali
"wahai Amirul Mukminin" kata 'Ali "sungguh benar hudzaifah adapun kecintaannya pada fitnah maksudnya adalah harta dan anak-anak. Sebagaimana firman Allah.
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah cobaan (Q.S At-taghabun [64] : 15 )
"Wahai Amirul Mukminin" jawabnya ," pagi ini aku mencintai fitnah, membenci al-haq, shalat tanpa berwudhu', dan aku memiliki sesuatu dimuka bumi yang tidak dimiliki oleh Allah dilangit."
"Demi Allah", kata umar. "Engkau membuatku marah !!!
"Apa membuat mu marah wahai Amirul Mukminin ?" Timpal 'Ali ibn Abi Thalib.
"Tidakkah engkau dengar apa yang dikatakan hudzaifah ???"
Hudzaifah terdiam, dan tersenyum pada 'Ali
"wahai Amirul Mukminin" kata 'Ali "sungguh benar hudzaifah adapun kecintaannya pada fitnah maksudnya adalah harta dan anak-anak. Sebagaimana firman Allah.
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah cobaan (Q.S At-taghabun [64] : 15 )
"Adapun kebencian terhadap al-haq, maksudnya adalah
dia membenci kematian. Shalatnya yang tanpa wudhu itu adalah shalawat kepada
nabi muhammad SAW. Adapun yang dimilikinya di bumi dan tidak dimiliki Allah
dilangit adalah istri dan anak. Bukankah Allah tidak memiliki keduanya.
Bayangkanlah kita bersama orang-orang semacam mereka.
Diamnya menjadi tasbih. Bicaranya ilmu. Ucapannya penuh do'a. Tak ada yang
sia-sia. Bahkan dalam candanya, terkandung ilmu dan kebenaran yang membuat kita
merenung dalam-dalam. Mari berangan-angan untuk berada ditengah orang-orang
yang terhubung dengan langit dan merasakan ukhuwah mereka mendekap hangat kita
dalam kebenaran, kemuliaan, dan kebajikan.
•kutipan novel : dalam dekapan ukhuwah•penulis : Salim A.fillah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar