Sabtu, 17 Oktober 2015

Canda sahabat Nabi



Pada suatu hari, tiga orang sahabat rasulullah berjumpa di salah satu sudut madinah, kisah nya jadi canda, tapi begini keadaannya..
Yang pertama menebar kepedulian, yang kedua membagi kebijaksanaan, yang ketiga memberi damai dengan pemahaman serta pemaknaan, itulah "UMAR IBN AL-ALKHATHAB" berjumpa dengan HUDZAIFAH IBN AL-YAMAN dan 'ALI IBN ABI THALIB.
Bagaimana keadaanmu pagi ini,, wahai hudzaifah ? Tanya umar
"Wahai Amirul Mukminin" jawabnya ," pagi ini aku mencintai fitnah, membenci al-haq, shalat tanpa berwudhu', dan aku memiliki sesuatu dimuka bumi yang tidak dimiliki oleh Allah dilangit."
"Demi Allah", kata umar. "Engkau membuatku marah !!!
"Apa membuat mu marah wahai Amirul Mukminin ?" Timpal 'Ali ibn Abi Thalib.
"Tidakkah engkau dengar apa yang dikatakan hudzaifah ???"
Hudzaifah terdiam, dan tersenyum pada 'Ali
"wahai Amirul Mukminin" kata 'Ali "sungguh benar hudzaifah adapun kecintaannya pada fitnah maksudnya adalah harta dan anak-anak. Sebagaimana firman Allah.
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah cobaan (Q.S At-taghabun [64] : 15 )
"Adapun kebencian terhadap al-haq, maksudnya adalah dia membenci kematian. Shalatnya yang tanpa wudhu itu adalah shalawat kepada nabi muhammad SAW. Adapun yang dimilikinya di bumi dan tidak dimiliki Allah dilangit adalah istri dan anak. Bukankah Allah tidak memiliki keduanya.

Bayangkanlah kita bersama orang-orang semacam mereka. Diamnya menjadi tasbih. Bicaranya ilmu. Ucapannya penuh do'a. Tak ada yang sia-sia. Bahkan dalam candanya, terkandung ilmu dan kebenaran yang membuat kita merenung dalam-dalam. Mari berangan-angan untuk berada ditengah orang-orang yang terhubung dengan langit dan merasakan ukhuwah mereka mendekap hangat kita dalam kebenaran, kemuliaan, dan kebajikan.
•kutipan novel : dalam dekapan ukhuwah
•penulis : Salim A.fillah

Tidak ada komentar: